{"id":1512,"date":"2023-06-19T10:15:07","date_gmt":"2023-06-19T10:15:07","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=1512"},"modified":"2023-06-19T10:15:07","modified_gmt":"2023-06-19T10:15:07","slug":"tempat-tempat-bersejarah-di-kalimantan-utara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tempat-tempat-bersejarah-di-kalimantan-utara\/","title":{"rendered":"Tempat-Tempat Bersejarah di Kalimantan Utara"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tempat-tempat-bersejarah-di-kalimantan-utara\/#Pulau_Sebatik\" >Pulau Sebatik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tempat-tempat-bersejarah-di-kalimantan-utara\/#Keraton_Sambaliung\" >Keraton Sambaliung<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tempat-tempat-bersejarah-di-kalimantan-utara\/#Bukit_Damai\" >Bukit Damai<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tempat-tempat-bersejarah-di-kalimantan-utara\/#Sungai_Hitam\" >Sungai Hitam<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tempat-tempat-bersejarah-di-kalimantan-utara\/#Desa_Long_Beluah\" >Desa Long Beluah<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Kalimantan Utara adalah salah satu provinsi termuda di Indonesia yang terbentuk pada tahun 2012. Meskipun masih baru, provinsi ini memiliki banyak tempat bersejarah yang menarik untuk dikunjungi. Tempat-tempat bersejarah ini menunjukkan kekayaan budaya, sejarah, dan alam yang dimiliki oleh Kalimantan Utara. Berikut adalah beberapa tempat bersejarah di Kalimantan Utara yang bisa Anda kunjungi:<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pulau_Sebatik\"><\/span>Pulau Sebatik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pulau Sebatik adalah pulau terluar dan terdepan Indonesia yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Pulau ini memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, khususnya dalam Konfrontasi Indonesia-Malaysia pada tahun 1963-1966. Di pulau ini, terdapat monumen peringatan Pertempuran Arung Palakka yang merupakan salah satu pertempuran sengit antara pasukan Indonesia dan Malaysia. Selain itu, pulau ini juga memiliki keindahan alam yang luar biasa, seperti pantai, hutan, dan air terjun\u00b3.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Keraton_Sambaliung\"><\/span>Keraton Sambaliung<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Keraton Sambaliung adalah istana yang menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Sambaliung yang berdiri pada abad ke-15 hingga ke-19. Kesultanan Sambaliung adalah salah satu dari empat kesultanan besar di Kalimantan Timur yang menguasai wilayah Berau dan sekitarnya. Keraton Sambaliung memiliki arsitektur yang unik dan megah, dengan ornamen-ornamen khas budaya Dayak. Di dalam keraton, terdapat museum yang menyimpan berbagai benda-benda peninggalan sejarah, seperti senjata, perhiasan, pakaian adat, dan dokumen-dokumen penting\u2074.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bukit_Damai\"><\/span>Bukit Damai<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Bukit Damai adalah tempat wisata alam yang menawarkan pemandangan kota Tarakan dari ketinggian. Bukit Damai juga memiliki nilai sejarah yang tinggi, karena di sini terdapat monumen-monumen peringatan Perang Dunia II. Salah satunya adalah monumen Jepang-Australia yang dibangun untuk mengenang pertempuran sengit antara pasukan Jepang dan Australia di Tarakan pada tahun 1942 dan 1945. Di sini juga terdapat makam-makam tentara Jepang dan Australia yang gugur dalam pertempuran tersebut\u00b3.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sungai_Hitam\"><\/span>Sungai Hitam<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sungai Hitam adalah sungai yang mengalir di Kabupaten Nunukan dan menjadi salah satu tempat wisata alam yang menarik. Sungai ini memiliki warna air yang hitam pekat karena mengandung gambut dan tanin dari hutan bakau di sekitarnya. Sungai Hitam juga memiliki nilai sejarah yang tinggi, karena di sini terdapat bekas-bekas benteng pertahanan Belanda yang dibangun pada abad ke-19 untuk melindungi wilayah Nunukan dari serangan musuh. Benteng-benteng ini masih berdiri kokoh hingga saat ini dan menjadi saksi bisu sejarah perjuangan rakyat Nunukan\u00b3.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Desa_Long_Beluah\"><\/span>Desa Long Beluah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Desa Long Beluah adalah desa adat Dayak Kenyah yang terletak di Kabupaten Malinau. Desa ini merupakan salah satu desa tertua di Kalimantan Utara yang masih mempertahankan tradisi dan budaya asli Dayak Kenyah. Di desa ini, Anda bisa melihat rumah-rumah panggung panjang yang menjadi ciri khas arsitektur Dayak Kenyah. Anda juga bisa melihat berbagai benda-benda budaya Dayak Kenyah, seperti ukiran kayu, anyaman rotan, tarian-tarian adat, dan alat-alat musik tradisional. Desa Long Beluah juga memiliki keindahan alam yang mempesona, seperti hutan, sungai, dan bukit\u00b3.<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) 15 Tempat Wisata di Kalimantan Utara yang Paling Hits. https:\/\/www.celebes.co\/borneo\/tempat-wisata-kalimantan-utara.<br \/>\n(2) 5 Tempat Bersejarah di Kalimantan Timur &#8211; Kaltimtoday.co. https:\/\/kaltimtoday.co\/5-tempat-bersejarah-di-kalimantan-timur\/.<br \/>\n(3) . https:\/\/bing.com\/search?q=tempat+tempat+bersejarah+di+kalimantan+utara.<br \/>\n(4) Kategori : Bangunan bersejarah di Kalimantan Utara. https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kategori:Bangunan_bersejarah_di_Kalimantan_Utara.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalimantan Utara adalah salah satu provinsi termuda di Indonesia yang terbentuk pada tahun 2012. Meskipun masih baru, provinsi ini memiliki banyak tempat bersejarah yang menarik&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-1512","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1512","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1512"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1512\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1512"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1512"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1512"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}