{"id":1498,"date":"2023-06-19T03:12:44","date_gmt":"2023-06-19T03:12:44","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=1498"},"modified":"2023-06-19T03:12:44","modified_gmt":"2023-06-19T03:12:44","slug":"tempat-tempat-bersejarah-di-kalimantan-barat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tempat-tempat-bersejarah-di-kalimantan-barat\/","title":{"rendered":"Tempat-Tempat Bersejarah di Kalimantan Barat"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tempat-tempat-bersejarah-di-kalimantan-barat\/#Tugu_Khatulistiwa\" >Tugu Khatulistiwa<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tempat-tempat-bersejarah-di-kalimantan-barat\/#Keraton_Kadriah\" >Keraton Kadriah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tempat-tempat-bersejarah-di-kalimantan-barat\/#Makam_Juang_Mandor\" >Makam Juang Mandor<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tempat-tempat-bersejarah-di-kalimantan-barat\/#Masjid_Sultan_Sambas\" >Masjid Sultan Sambas<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tempat-tempat-bersejarah-di-kalimantan-barat\/#Keraton_Matan\" >Keraton Matan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Kalimantan Barat adalah salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki banyak tempat bersejarah yang menarik untuk dikunjungi. Tempat-tempat bersejarah ini tidak hanya menyimpan cerita masa lalu, tetapi juga menampilkan keindahan arsitektur, budaya, dan alam yang khas. Berikut adalah beberapa tempat bersejarah di Kalimantan Barat yang wajib Anda kunjungi:<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tugu_Khatulistiwa\"><\/span>Tugu Khatulistiwa<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Tugu Khatulistiwa adalah salah satu ikon Kalimantan Barat yang terletak di Kota Pontianak. Tugu ini dibangun pada tahun 1928 oleh seorang ahli geografi Belanda bernama W. M. Van Erp untuk menandai posisi garis khatulistiwa yang melintasi wilayah ini. Tugu ini memiliki bentuk setengah lingkaran dengan tinggi 9 meter dan diameter 14 meter. Di dalam tugu ini terdapat museum yang menyimpan berbagai benda sejarah dan informasi tentang garis khatulistiwa. Anda bisa melihat fenomena matahari tepat berada di atas kepala saat terjadi ekuinoks pada tanggal 21 Maret dan 23 September setiap tahunnya\u00b3.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Keraton_Kadriah\"><\/span>Keraton Kadriah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Keraton Kadriah adalah istana kesultanan Pontianak yang didirikan oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie pada tahun 1771. Keraton ini berlokasi di tepi Sungai Kapuas dan memiliki arsitektur yang unik dengan dominasi warna kuning dan hijau. Keraton ini juga dikenal sebagai keraton kuning karena warna catnya yang mencolok. Di dalam keraton ini terdapat museum yang memamerkan koleksi peninggalan kesultanan, seperti pakaian adat, senjata, perhiasan, foto-foto, dan dokumen-dokumen sejarah\u00b3\u2074.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Makam_Juang_Mandor\"><\/span>Makam Juang Mandor<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Makam Juang Mandor adalah tempat peristirahatan terakhir para pejuang kemerdekaan Indonesia yang gugur dalam peristiwa Mandor pada tahun 1944. Peristiwa Mandor adalah pembantaian massal yang dilakukan oleh tentara Jepang terhadap rakyat Indonesia yang dicurigai sebagai anggota gerakan perlawanan rakyat (GPR). Sekitar 21 ribu orang tewas dalam peristiwa ini dan dimakamkan secara sembarangan di sekitar desa Mandor. Pada tahun 1968, pemerintah membangun monumen dan taman makam untuk mengenang jasa para pahlawan tersebut\u2075.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Masjid_Sultan_Sambas\"><\/span>Masjid Sultan Sambas<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Masjid Sultan Sambas adalah masjid tertua di Kalimantan Barat yang dibangun oleh Sultan Muhammad Tajuddin pada tahun 1819. Masjid ini terletak di Kota Sambas dan memiliki arsitektur yang indah dengan gaya Melayu klasik. Masjid ini memiliki atap limas berlapis-lapis dengan hiasan ukiran kayu dan kaligrafi. Masjid ini juga memiliki menara setinggi 18 meter yang berfungsi sebagai tempat azan dan sebagai mercusuar bagi para pelaut\u00b3.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Keraton_Matan\"><\/span>Keraton Matan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Keraton Matan adalah istana kesultanan Kutai Kartanegara yang berada di Kabupaten Kutai Barat. Keraton ini dibangun pada abad ke-16 oleh Sultan Aji Pangeran Sinum Panji Mendapa sebagai pusat pemerintahan dan kebudayaan kerajaan. Keraton ini memiliki arsitektur yang megah dengan gaya Eropa dan Melayu. Di dalam keraton ini terdapat museum yang menyimpan berbagai benda bersejarah, seperti mahkota emas, pedang pusaka, prasasti, dan naskah-naskah kuno\u2074.<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Tempat Bersejarah di Kalimantan Barat &#8211; Tripadvisor. https:\/\/www.tripadvisor.co.id\/Attractions-g2301799-Activities-c47-t17-West_Kalimantan_Kalimantan.html.<br \/>\n(2) 10 Tempat Wisata di Kalimantan Barat, Mulai Alam hingga Peninggalan &#8230;. https:\/\/www.liputan6.com\/hot\/read\/5307438\/10-tempat-wisata-di-kalimantan-barat-mulai-alam-hingga-peninggalan-sejarah.<br \/>\n(3) Makam Juang Mandor merupakan salah satu tempat bersejarah di Kalima. https:\/\/kebudayaan.kemdikbud.go.id\/bpnbkalbar\/makam-juang-mandor-saksi-sejarah-kelam-daerah-kalimantan-barat\/.<br \/>\n(4) . https:\/\/bing.com\/search?q=tempat-tempat+bersejarah+di+kalimantan+barat.<br \/>\n(5) Monumen Pancasila Sakti. https:\/\/sejarah-tni.mil.id\/2017\/03\/18\/mps.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalimantan Barat adalah salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki banyak tempat bersejarah yang menarik untuk dikunjungi. Tempat-tempat bersejarah ini tidak hanya menyimpan cerita masa&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[515],"tags":[],"class_list":["post-1498","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-v"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1498","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1498"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1498\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1498"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1498"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1498"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}