{"id":1464,"date":"2023-06-18T09:35:25","date_gmt":"2023-06-18T09:35:25","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=1464"},"modified":"2023-06-18T09:35:25","modified_gmt":"2023-06-18T09:35:25","slug":"sejarah-penyebaran-agama-islam-di-sulawesi-barat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sejarah-penyebaran-agama-islam-di-sulawesi-barat\/","title":{"rendered":"Sejarah Penyebaran Agama Islam di Sulawesi Barat"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sejarah-penyebaran-agama-islam-di-sulawesi-barat\/#Jalur_Perdagangan\" >Jalur Perdagangan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sejarah-penyebaran-agama-islam-di-sulawesi-barat\/#Jalur_Dakwah\" >Jalur Dakwah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sejarah-penyebaran-agama-islam-di-sulawesi-barat\/#Jalur_Politik\" >Jalur Politik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sejarah-penyebaran-agama-islam-di-sulawesi-barat\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Sulawesi Barat adalah salah satu provinsi di Indonesia yang terletak di bagian barat Pulau Sulawesi. Provinsi ini memiliki sejarah yang panjang dan kaya akan penyebaran agama Islam di wilayahnya. Agama Islam masuk ke Sulawesi Barat melalui beberapa jalur, yaitu jalur perdagangan, jalur dakwah, dan jalur politik.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jalur_Perdagangan\"><\/span>Jalur Perdagangan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Salah satu jalur penyebaran agama Islam yang terdahulu di Sulawesi Barat adalah jalur perdagangan. Sulawesi Barat memiliki beberapa pelabuhan yang menjadi pusat perdagangan antara pedagang lokal dengan pedagang dari luar, seperti dari Timur Tengah, India, Cina, dan Malaka. Pelabuhan-pelabuhan tersebut antara lain adalah Mamuju, Majene, Polewali, dan Mamasa.<\/p>\n<p>Pedagang-pedagang Muslim yang datang ke pelabuhan-pelabuhan tersebut tidak hanya membawa barang-barang dagangan, tetapi juga membawa ajaran agama Islam. Mereka berinteraksi dengan penduduk setempat dan menunjukkan akhlak dan perilaku yang baik sebagai contoh dari pengamalan agama Islam. Mereka juga memberikan pengetahuan tentang agama Islam kepada penduduk setempat yang tertarik untuk mempelajarinya.<\/p>\n<p>Salah satu pedagang Muslim yang berperan penting dalam penyebaran agama Islam di Sulawesi Barat adalah **Syekh Abdul Wahid bin Syarif Sulaiman** yang berasal dari Patani\u00b2. Ia disebutkan telah mengislamkan **Raja Wolio dari Buton** pada tahun 1564 dan mengajarkan agama kepada penduduk setempat yang baru saja memeluk Islam\u00b2. Ia juga mendirikan masjid-masjid di beberapa tempat, seperti di Salabose (Majene), Bambalamotu (Mamuju), dan Bontoala (Makassar)\u00b3.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jalur_Dakwah\"><\/span>Jalur Dakwah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Selain jalur perdagangan, jalur dakwah juga menjadi salah satu cara penyebaran agama Islam di Sulawesi Barat. Jalur dakwah dilakukan oleh para ulama dan mubaligh yang datang ke Sulawesi Barat untuk menyebarkan ajaran agama Islam secara langsung kepada penduduk setempat. Para ulama dan mubaligh ini berasal dari berbagai daerah, seperti Aceh, Minangkabau, Jawa, Malaka, dan Timur Tengah.<\/p>\n<p>Salah satu ulama yang terkenal dalam penyebaran agama Islam di Sulawesi Barat adalah **Syekh Yusuf Al-Makassari** yang berasal dari Makassar\u2074. Ia adalah seorang ulama yang berani melawan penjajahan Belanda dan VOC di Sulawesi Selatan pada abad 17 M\u2074. Ia ditangkap oleh Belanda dan dibuang ke Sri Lanka, Afrika Selatan, dan Banten\u2074. Di tempat-tempat tersebut, ia tetap melakukan dakwah dan mengajarkan agama Islam kepada masyarakat sekitar\u2074.<\/p>\n<p>Syekh Yusuf Al-Makassari memiliki pengikut yang banyak di Sulawesi Barat, khususnya di daerah Mandar. Salah satu pengikutnya yang terkenal adalah **Syekh Abdul Mannan** yang berasal dari Salabose (Majene)\u00b3. Ia adalah seorang ulama yang menyebarkan agama Islam di Kerajaan Banggae (Majene) pada abad 18 M\u00b3. Ia juga mendirikan masjid tua di Salabose yang menjadi pusat kegiatan keagamaan di daerah tersebut\u00b3.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jalur_Politik\"><\/span>Jalur Politik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Jalur politik juga menjadi salah satu faktor penyebaran agama Islam di Sulawesi Barat. Jalur politik berkaitan dengan hubungan antara kerajaan-kerajaan yang ada di Sulawesi Barat dengan kerajaan-kerajaan Islam yang ada di luar Sulawesi Barat, seperti Gowa-Tallo (Makassar), Wajo (Bugis), Bone, dan Buton\u00b9. Hubungan ini meliputi hubungan aliansi, bawahan, atau permusuhan.<\/p>\n<p>Salah satu kerajaan Islam yang berpengaruh dalam penyebaran agama Islam di Sulawesi Barat adalah **Kerajaan Gowa-Tallo** yang berpusat di Makassar\u00b9. Kerajaan ini menerapkan konsep dwitunggal kerajaan, yaitu kerjasama antara Sultan Alaudin (raja Gowa) dan Sultan Abdullah (raja Tallo) untuk menggabungkan kerajaan demi meningkatkan kesejahteraan dan kekuatan kerajaan\u00b9. Kerajaan ini memiliki corak ekonomi maritim dan perdagangan, serta berperan sebagai pelabuhan transit bagi para pedagang internasional\u00b9.<\/p>\n<p>Kerajaan Gowa-Tallo melakukan beberapa penaklukan terhadap kerajaan-kerajaan kecil di Sulawesi Barat, seperti kerajaan Mandar dan kerajaan Mamuju\u00b9. Penaklukan ini dilakukan untuk menambah wilayah kekuasaan dan menyebarkan agama Islam di Sulawesi Barat\u00b9. Kerajaan-kerajaan yang ditaklukkan oleh Gowa-Tallo harus mengakui kedaulatan Gowa-Tallo dan menerima agama Islam sebagai agama resmi\u00b9.<\/p>\n<p>Namun, tidak semua kerajaan di Sulawesi Barat mau tunduk kepada Gowa-Tallo. Beberapa kerajaan yang menolak penaklukan Gowa-Tallo adalah **Kerajaan Pasangkayu** dan **Kerajaan Mamasa**\u00b9. Kerajaan-kerajaan ini tetap mempertahankan agama leluhur mereka, yaitu agama Aluk To Dolo\u00b9. Agama ini merupakan agama animisme yang menghormati leluhur dan alam sebagai sumber kehidupan\u00b9.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Penyebaran agama Islam di Sulawesi Barat memiliki sejarah yang panjang dan kaya. Agama Islam masuk ke Sulawesi Barat melalui beberapa jalur, yaitu jalur perdagangan, jalur dakwah, dan jalur politik. Jalur perdagangan dilakukan oleh pedagang-pedagang Muslim yang datang ke pelabuhan-pelabuhan di Sulawesi Barat dan berinteraksi dengan penduduk setempat. Jalur dakwah dilakukan oleh ulama-ulama dan mubaligh-mubaligh yang datang ke Sulawesi Barat untuk menyebarkan ajaran agama Islam secara langsung kepada penduduk setempat. Jalur politik berkaitan dengan hubungan antara kerajaan-kerajaan yang ada di Sulawesi Barat dengan kerajaan-kerajaan Islam yang ada di luar Sulawesi Barat.<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Islam di Sulawesi Tenggara &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https:\/\/id.wikipedia.org\/<br \/>\n(2) Jejak Syekh Abdul Mannan, Penyebar Agama Islam di Kerajaan Banggae &#8230;. https:\/\/kumparan.com\/<br \/>\n(3) MAKALAH SEJARAH MASUKNYA AGAMA ISLAM DI SULAWESI &#8211; Academia.edu.<br \/>\n(4) Kerajaan Islam di Sulawesi &#8211; Kompas.com.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sulawesi Barat adalah salah satu provinsi di Indonesia yang terletak di bagian barat Pulau Sulawesi. Provinsi ini memiliki sejarah yang panjang dan kaya akan penyebaran&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"default","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[515],"tags":[],"class_list":["post-1464","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-v"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1464","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1464"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1464\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1464"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1464"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1464"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}