{"id":1358,"date":"2023-06-08T07:34:58","date_gmt":"2023-06-08T07:34:58","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=1358"},"modified":"2023-06-08T07:34:58","modified_gmt":"2023-06-08T07:34:58","slug":"tempat-tempat-bersejarah-di-jambi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tempat-tempat-bersejarah-di-jambi\/","title":{"rendered":"Tempat-Tempat Bersejarah di Jambi"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tempat-tempat-bersejarah-di-jambi\/#Rumah_Batu_Olak_Kemang\" >Rumah Batu Olak Kemang<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tempat-tempat-bersejarah-di-jambi\/#Situs_Candi_Muaro_Jambi\" >Situs Candi Muaro Jambi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tempat-tempat-bersejarah-di-jambi\/#Kota_Tua_Batanghari\" >Kota Tua Batanghari<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tempat-tempat-bersejarah-di-jambi\/#Kelenteng_Hok_Tek\" >Kelenteng Hok Tek<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tempat-tempat-bersejarah-di-jambi\/#Menara_Air\" >Menara Air<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tempat-tempat-bersejarah-di-jambi\/#Makam_Rajo-Rajo\" >Makam Rajo-Rajo<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tempat-tempat-bersejarah-di-jambi\/#Masjid_Al-Falah\" >Masjid Al-Falah<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Jambi adalah salah satu provinsi di Pulau Sumatera yang memiliki banyak tempat bersejarah yang menarik untuk dikunjungi. Tempat-tempat bersejarah di Jambi ini menjadi saksi bisu dari peradaban dan perjuangan masyarakat Jambi di masa lalu. Beberapa tempat bersejarah di Jambi juga memiliki nilai arsitektur dan budaya yang tinggi. Berikut adalah beberapa tempat bersejarah di Jambi yang bisa Anda kunjungi:<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Rumah_Batu_Olak_Kemang\"><\/span>Rumah Batu Olak Kemang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Rumah Batu Olak Kemang adalah sebuah rumah panggung yang terletak di desa Olak Kemang, Kecamatan Danau Teluk, Kota Jambi. Rumah ini merupakan tempat tinggal dari Sayyid Idrus Hasan Al-Jufri atau Pangeran Wiro Kusumo, salah satu tokoh penyebar Islam dan mertua dari Sultan Thaha Syaifuddin, raja Jambi pada abad ke-19. Rumah ini memiliki arsitektur yang unik, yaitu perpaduan antara gaya Melayu, China, dan Eropa. Rumah ini juga menjadi rumah pertama yang menggunakan batu sebagai bahan bangunan di kawasan tersebut. Sayangnya, rumah ini saat ini sudah tidak terawat dengan baik dan hanya tersisa puing-puing dan semak-semak\u2074.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Situs_Candi_Muaro_Jambi\"><\/span>Situs Candi Muaro Jambi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Situs Candi Muaro Jambi adalah situs arkeologi terbesar dan terpenting di Sumatera. Situs ini terletak di sepanjang Sungai Batanghari, sekitar 30 km dari pusat Kota Jambi. Situs ini merupakan peninggalan dari kerajaan Hindu-Buddha yang berdiri sejak abad ke-7 hingga ke-13 Masehi. Di situs ini terdapat lebih dari 80 candi yang tersebar di delapan kompleks. Candi-candi ini dibangun dari batu bata merah dan memiliki bentuk stupa, prasasti, arca, dan relief. Situs Candi Muaro Jambi juga memiliki museum yang menyimpan berbagai koleksi artefak dan benda-benda sejarah\u2074\u2075.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kota_Tua_Batanghari\"><\/span>Kota Tua Batanghari<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kota Tua Batanghari adalah sebuah kawasan yang menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Jambi pada masa lalu. Kawasan ini terletak di Desa Mestong, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi. Di kawasan ini terdapat beberapa bangunan bersejarah yang masih berdiri hingga kini, seperti Istana Raja Jambi, Masjid Agung Al-Falah, Makam Sultan Thaha Syaifuddin, Benteng Gentala Arasy, dan Museum Perjuangan Rakyat Jambi. Bangunan-bangunan ini memiliki gaya arsitektur Melayu klasik yang khas dengan ukiran kayu dan atap limas\u2074\u2075.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kelenteng_Hok_Tek\"><\/span>Kelenteng Hok Tek<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kelenteng Hok Tek adalah sebuah kelenteng atau klenteng tertua di Kota Jambi yang didirikan pada tahun 1870 oleh masyarakat Tionghoa. Kelenteng ini terletak di Jalan Sultan Agung No. 12, Kota Jambi. Kelenteng ini merupakan tempat ibadah bagi umat Konghucu, Buddha, dan Taoisme. Kelenteng ini memiliki arsitektur yang indah dengan ornamen naga, singa, bunga, dan awan. Di dalam kelenteng ini terdapat altar-altar untuk memuja dewa-dewa seperti Dewi Kwan Im, Dewa Bumi, Dewa Kesehatan, dan lain-lain\u2074\u2075.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Menara_Air\"><\/span>Menara Air<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Menara Air adalah sebuah bangunan bersejarah yang menjadi saksi bisu dari masa penjajahan Belanda di Jambi. Bangunan ini terletak di Jalan Sultan Thaha, Kota Jambi. Bangunan ini dibangun pada tahun 1928 oleh pemerintah kolonial Belanda sebagai tempat penyimpanan air bersih untuk kebutuhan masyarakat. Bangunan ini memiliki tinggi sekitar 40 meter dan memiliki bentuk menara dengan gaya arsitektur Eropa. Bangunan ini juga dilengkapi dengan jam besar di bagian atasnya. Menara Air ini masih berfungsi hingga kini sebagai salah satu ikon Kota Jambi\u2074\u2075.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Makam_Rajo-Rajo\"><\/span>Makam Rajo-Rajo<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Makam Rajo-Rajo adalah sebuah kompleks pemakaman yang menjadi tempat peristirahatan terakhir para raja-raja Jambi dan keluarganya. Kompleks ini terletak di Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, atau sekitar empat kilometer dari pusat Kota Jambi. Di kompleks ini terdapat makam-makam yang berusia ratusan tahun, seperti makam Isteri Sultan Thaha Syaifuddin, Raden Mattaher, dan lain-lain. Makam-makam ini memiliki bentuk kuburan batu dengan ukiran kaligrafi dan motif bunga\u00b9.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Masjid_Al-Falah\"><\/span>Masjid Al-Falah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Masjid Al-Falah adalah sebuah masjid bersejarah yang terletak di Desa Mestong, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi. Masjid ini merupakan masjid tertua di Jambi yang didirikan pada tahun 1870 oleh Sultan Thaha Syaifuddin, raja Jambi terakhir. Masjid ini memiliki arsitektur Melayu klasik dengan atap limas dan menara yang menjulang tinggi. Masjid ini juga dikenal dengan nama Masjid Seribu Tiang karena memiliki 999 tiang kayu yang menopang bangunannya. Masjid ini merupakan salah satu cagar budaya nasional yang dilindungi oleh pemerintah\u2074\u2075.<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) 10 Tempat Bersejarah di Jambi yang Menarik Dikunjungi. https:\/\/www.andalastourism.com\/history\/tempat-bersejarah-jambi.<br \/>\n(2) 20 Wisata Sejarah di Jambi yang Wajib Dikunjungi. https:\/\/tempatwisataunik.com\/wisata-indonesia\/jambi\/wisata-sejarah-di-jambi.<br \/>\n(3) Lokasi dan bangunan bersejarah di Jambi &#8211; ANTARA News Jambi. https:\/\/jambi.antaranews.com\/berita\/324619\/lokasi-dan-bangunan-bersejarah-di-jambi.<br \/>\n(4) . https:\/\/bing.com\/search?q=tempat-tempat+bersejarah+di+jambi.<br \/>\n(5) Museum Perjuangan Rakyat Jambi. https:\/\/museumperjuanganrakyatjambi.blogspot.com.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jambi adalah salah satu provinsi di Pulau Sumatera yang memiliki banyak tempat bersejarah yang menarik untuk dikunjungi. Tempat-tempat bersejarah di Jambi ini menjadi saksi bisu&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-1358","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1358","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1358"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1358\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1358"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1358"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1358"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}