{"id":1292,"date":"2023-06-08T02:04:16","date_gmt":"2023-06-08T02:04:16","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=1292"},"modified":"2023-06-08T02:04:16","modified_gmt":"2023-06-08T02:04:16","slug":"kerajaan-mataram-sejarah-dan-peninggalannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kerajaan-mataram-sejarah-dan-peninggalannya\/","title":{"rendered":"Kerajaan Mataram: Sejarah dan Peninggalannya"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kerajaan-mataram-sejarah-dan-peninggalannya\/#Sejarah_Kerajaan_Mataram\" >Sejarah Kerajaan Mataram<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kerajaan-mataram-sejarah-dan-peninggalannya\/#Periode_Sanjaya_abad_ke-8_hingga_awal_abad_ke-9\" >Periode Sanjaya (abad ke-8 hingga awal abad ke-9)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kerajaan-mataram-sejarah-dan-peninggalannya\/#Periode_Syailendra_pertengahan_abad_ke-9_hingga_akhir_abad_ke-10\" >Periode Syailendra (pertengahan abad ke-9 hingga akhir abad ke-10)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kerajaan-mataram-sejarah-dan-peninggalannya\/#Periode_Isyana_akhir_abad_ke-10_hingga_awal_abad_ke-11\" >Periode Isyana (akhir abad ke-10 hingga awal abad ke-11)<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kerajaan-mataram-sejarah-dan-peninggalannya\/#Peninggalan_Kerajaan_Mataram\" >Peninggalan Kerajaan Mataram<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kerajaan-mataram-sejarah-dan-peninggalannya\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Kerajaan Mataram adalah salah satu kerajaan besar di Pulau Jawa yang berdiri pada abad ke-8 hingga abad ke-10 Masehi. Kerajaan ini didirikan oleh Sanjaya, yang berasal dari dinasti Syailendra\u00b9. Kerajaan Mataram berpusat di daerah Jawa Tengah, namun kemudian pindah ke Jawa Timur pada masa pemerintahan Mpu Sindok\u00b9. Kerajaan Mataram dikenal sebagai kerajaan maritim dan agraris, yang memiliki hubungan dagang dengan kerajaan-kerajaan di Asia Tenggara dan India\u00b9.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sejarah_Kerajaan_Mataram\"><\/span>Sejarah Kerajaan Mataram<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sejarah Kerajaan Mataram dapat dibagi menjadi beberapa periode, yaitu:<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Periode_Sanjaya_abad_ke-8_hingga_awal_abad_ke-9\"><\/span>Periode Sanjaya (abad ke-8 hingga awal abad ke-9)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Periode ini ditandai dengan berdirinya Kerajaan Mataram oleh Sanjaya, yang merupakan keturunan dari Wangsa Syailendra. Sanjaya berhasil mengalahkan saingannya, Sri Maharaja Rakai Panangkaran, yang merupakan raja dari Kerajaan Galuh\u00b9. Sanjaya kemudian mempersatukan wilayah Jawa Tengah dan mendirikan ibu kota kerajaannya di Mataram (sekarang Muntilan, Magelang)\u00b9. Sanjaya juga membangun beberapa candi, seperti Candi Kalasan, Candi Sari, dan Candi Prambanan\u00b9.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Periode_Syailendra_pertengahan_abad_ke-9_hingga_akhir_abad_ke-10\"><\/span>Periode Syailendra (pertengahan abad ke-9 hingga akhir abad ke-10)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Periode ini ditandai dengan beralihnya kekuasaan dari dinasti Sanjaya ke dinasti Syailendra, yang merupakan keturunan dari Samaratungga, putra dari Sanjaya\u00b9. Dinasti Syailendra menganut agama Buddha Mahayana dan Vajrayana, serta membangun banyak candi Buddha, seperti Candi Borobudur, Candi Mendut, dan Candi Pawon\u00b9. Dinasti Syailendra juga memperluas pengaruhnya ke luar Jawa, seperti ke Sumatera, Bali, Kalimantan, dan Kamboja\u00b9.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Periode_Isyana_akhir_abad_ke-10_hingga_awal_abad_ke-11\"><\/span>Periode Isyana (akhir abad ke-10 hingga awal abad ke-11)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Periode ini ditandai dengan beralihnya kekuasaan dari dinasti Syailendra ke dinasti Isyana, yang merupakan keturunan dari Mpu Sindok, putra dari Sri Maharaja Rakai Pikatan dan Pramodhawardhani (putri dari Samaratungga)\u00b9. Mpu Sindok memindahkan ibu kota kerajaannya dari Jawa Tengah ke Jawa Timur, tepatnya di daerah Watu Godeg (sekarang Lumajang)\u00b9. Mpu Sindok juga mengubah agama kerajaannya dari Buddha menjadi Hindu Siwa\u00b9. Dinasti Isyana melanjutkan pembangunan candi-candi Hindu, seperti Candi Belahan, Candi Jawi, dan Candi Singosari\u00b9.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Peninggalan_Kerajaan_Mataram\"><\/span>Peninggalan Kerajaan Mataram<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kerajaan Mataram meninggalkan banyak peninggalan berupa candi-candi yang megah dan indah. Beberapa candi yang terkenal adalah:<\/p>\n<p>&#8211; Candi Prambanan: candi Hindu terbesar di Indonesia yang didedikasikan untuk Trimurti (Brahma, Wisnu, dan Siwa)\u00b9.<br \/>\n&#8211; Candi Borobudur: candi Buddha terbesar di dunia yang berbentuk stupa mandala dengan relief-relief yang menggambarkan kisah Buddha\u00b9.<br \/>\n&#8211; Candi Sewu: candi Buddha terbesar kedua di Indonesia yang berbentuk kompleks candi dengan candi utama di tengah dan candi-candi perwara di sekelilingnya\u00b9.<br \/>\n&#8211; Candi Plaosan: candi Buddha yang terdiri dari dua kelompok candi, yaitu Plaosan Lor dan Plaosan Kidul, yang memiliki arsitektur yang unik dan harmonis\u00b9.<br \/>\n&#8211; Candi Belahan: candi Hindu yang berbentuk kolam pemandian dengan arca-arca Dewa Siwa dan permaisurinya\u00b9.<\/p>\n<p>Selain candi-candi, Kerajaan Mataram juga meninggalkan beberapa prasasti yang berisi informasi tentang sejarah dan kebudayaan kerajaan, seperti:<\/p>\n<p>&#8211; Prasasti Canggal: prasasti yang berisi tentang pendirian Kerajaan Mataram oleh Sanjaya dan silsilah dinasti Sanjaya\u00b9.<br \/>\n&#8211; Prasasti Kalasan: prasasti yang berisi tentang pembangunan Candi Kalasan oleh Raja Panangkaran atas permintaan dari seorang biksu Buddha\u00b9.<br \/>\n&#8211; Prasasti Mantyasih: prasasti yang berisi tentang silsilah dinasti Syailendra dan daftar nama raja-raja Kerajaan Mataram\u00b9.<br \/>\n&#8211; Prasasti Sojomerto: prasasti yang berisi tentang silsilah dinasti Isyana dan daftar nama raja-raja Kerajaan Mataram\u00b9.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kerajaan Mataram adalah kerajaan besar di Pulau Jawa yang berdiri pada abad ke-8 hingga abad ke-10 Masehi. Kerajaan ini didirikan oleh Sanjaya, yang berasal dari dinasti Syailendra. Kerajaan Mataram berpusat di daerah Jawa Tengah, namun kemudian pindah ke Jawa Timur pada masa pemerintahan Mpu Sindok. Kerajaan Mataram dikenal sebagai kerajaan maritim dan agraris, yang memiliki hubungan dagang dengan kerajaan-kerajaan di Asia Tenggara dan India. Kerajaan Mataram meninggalkan banyak peninggalan berupa candi-candi yang megah dan indah, serta prasasti-prasasti yang berisi informasi tentang sejarah dan kebudayaan kerajaan.<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Kerajaan Mataram &#8211; Wikipedia Bahasa Melayu, ensiklopedia bebas. https:\/\/bing.com\/search?q=Kerajaan+Mataram.<br \/>\n(2) Kesultanan Mataram &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kesultanan_Mataram.<br \/>\n(3) Kerajaan Mataram Islam: Pendiri, Kehidupan Politik, dan Peninggalan. https:\/\/www.kompas.com\/stori\/read\/2021\/05\/27\/180905579\/kerajaan-mataram-islam-pendiri-kehidupan-politik-dan-peninggalan.<br \/>\n(4) Letak, Sejarah, Silsilah, &amp; Peninggalan Kerajaan Mataram &#8211; Salamadian. https:\/\/salamadian.com\/kesultanan-kerajaan-mataram\/.<br \/>\n(5) Kerajaan Mataram: Sejarah Berdiri hingga Kisah Pertempuran &#8230; &#8211; detikcom. https:\/\/www.detik.com\/edu\/detikpedia\/d-6264890\/kerajaan-mataram-sejarah-berdiri-hingga-kisah-pertempuran-dengan-belanda.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kerajaan Mataram adalah salah satu kerajaan besar di Pulau Jawa yang berdiri pada abad ke-8 hingga abad ke-10 Masehi. Kerajaan ini didirikan oleh Sanjaya, yang&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[515],"tags":[],"class_list":["post-1292","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-v"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1292","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1292"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1292\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1292"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1292"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1292"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}