{"id":1237,"date":"2023-06-05T03:05:14","date_gmt":"2023-06-05T03:05:14","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=1237"},"modified":"2023-06-05T03:05:14","modified_gmt":"2023-06-05T03:05:14","slug":"adab-terhadap-tetangga-dalam-islam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/adab-terhadap-tetangga-dalam-islam\/","title":{"rendered":"Adab Terhadap Tetangga dalam Islam"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/adab-terhadap-tetangga-dalam-islam\/#Mendahului_menyampaikan_salam\" >Mendahului menyampaikan salam<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/adab-terhadap-tetangga-dalam-islam\/#Tidak_lama-lama_berbicara\" >Tidak lama-lama berbicara<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/adab-terhadap-tetangga-dalam-islam\/#Tidak_banyak_bertanya\" >Tidak banyak bertanya<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/adab-terhadap-tetangga-dalam-islam\/#Menjenguk_yang_sakit\" >Menjenguk yang sakit<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/adab-terhadap-tetangga-dalam-islam\/#Berbela_sungkawa_kepada_yang_tertimpa_musibah\" >Berbela sungkawa kepada yang tertimpa musibah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/adab-terhadap-tetangga-dalam-islam\/#Ikut_bergembira_atas_kegembiraannya\" >Ikut bergembira atas kegembiraannya<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/adab-terhadap-tetangga-dalam-islam\/#Berbicara_dengan_lembut_kepada_anak_tetangga_dan_pembantunya\" >Berbicara dengan lembut kepada anak tetangga dan pembantunya<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/adab-terhadap-tetangga-dalam-islam\/#Memaafkan_kesalahan_ucap\" >Memaafkan kesalahan ucap<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/adab-terhadap-tetangga-dalam-islam\/#Menegur_secara_halus_ketika_berbuat_kesalahan\" >Menegur secara halus ketika berbuat kesalahan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/adab-terhadap-tetangga-dalam-islam\/#Menundukkan_mata_dari_memandang_istrinya\" >Menundukkan mata dari memandang istrinya<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/adab-terhadap-tetangga-dalam-islam\/#Memberikan_pertolongan_ketika_diperlukan\" >Memberikan pertolongan ketika diperlukan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/adab-terhadap-tetangga-dalam-islam\/#Tidak_terus-menerus_memandang_pembantu_perempuannya\" >Tidak terus-menerus memandang pembantu perempuannya<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p class=\"ParagraphTextStyle\">Tetangga adalah orang yang paling dekat rumahnya dengan kita. Dalam Islam, tetangga memiliki hak-hak tertentu sebagaimana disebutkan dalam beberapa hadits Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam, seperti hak untuk mendapatkan rasa aman dari gangguan dan sebagainya. Selain itu, ada sejumlah adab bagi tetangga sebagaimana disebutkan Imam Al-Ghazali dalam risalahnya berjudul al-Adab fid D\u00een. Berikut ini adalah beberapa adab terhadap tetangga dalam Islam:<\/p>\n<h2 class=\"ParagraphTextStyle\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mendahului_menyampaikan_salam\"><\/span>Mendahului menyampaikan salam<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p class=\"ParagraphTextStyle\">Orang-orang yang bertetangga dianjurkan saling menyapa ketika bertemu dengan mengucapkan salam. Tentu saja pihak yang mendahului mengucapkan salam secara akhlak lebih baik dan karenanya mendapatkan kebaikan yang lebih banyak.<\/p>\n<h2 class=\"ParagraphTextStyle\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tidak_lama-lama_berbicara\"><\/span>Tidak lama-lama berbicara<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p class=\"ParagraphTextStyle\">Hidup bertetangga tidak bisa lepas dari berbicara satu sama lain. Namun pembicaraan itu sebaiknya tidak kelewat lama. Hal ini demi kebaikan seperti menghindari ghibah atau menggunjing pihak lain yang bisa menimbulkan fitnah dan sebagainya.<\/p>\n<h2 class=\"ParagraphTextStyle\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tidak_banyak_bertanya\"><\/span>Tidak banyak bertanya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p class=\"ParagraphTextStyle\">Mengajukan pertanyaan seperti, \u201cMau kemana?\u201d merupakan salah satu cara menyapa yang sudah umum. Jika pertanyaan tersebut dijawab, \u201d Mau ke pasar\u201d, maka tidak harus diajukan lagi pertanyaan yang lebih detail seperti, \u201cMau beli apa?\u201d, sebab hal ini bisa berarti terlalu ingin mengetahui urusan orang lain. Cukuplah diikuti dengan ungkapan, \u201dSilakan\u201d atau dalam bahasa Jawa, \u201c Monggo, nderekaken .\u201d<\/p>\n<h2 class=\"ParagraphTextStyle\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Menjenguk_yang_sakit\"><\/span>Menjenguk yang sakit<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p class=\"ParagraphTextStyle\">Ketika tetangga ada yang sakit, ia berhak dikunjungi. Artinya, tetangga yang tidak sakit berkewajiban mengunjunginya tanpa memandang status sosial pihak yang sakit. Bertetangga pada dasarnya adalah berteman sehingga kesetaraan di antara mereka harus dijaga dengan baik.<\/p>\n<h2 class=\"ParagraphTextStyle\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Berbela_sungkawa_kepada_yang_tertimpa_musibah\"><\/span>Berbela sungkawa kepada yang tertimpa musibah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p class=\"ParagraphTextStyle\">Seorang tetangga juga berhak dikunjungi ketika sedang tertimpa musibah terutama kematian anggota keluarganya. Hal yang sebaiknya dilakukan dalam kunjungan takziah adalah ikut berbela sungkawa dengan menunjukkan rasa duka dan mendoakan kebaikan terutama bagi si mayit dan keluarga yang ditinggalkan.<\/p>\n<h2 class=\"ParagraphTextStyle\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ikut_bergembira_atas_kegembiraannya\"><\/span>Ikut bergembira atas kegembiraannya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p class=\"ParagraphTextStyle\">Sebaliknya, ketika tetangga sedang mendapatkan kegembiraan seperti pernikahan, kelahiran anak, atau prestasi lainnya, hendaknya kita ikut merasakan kebahagiaannya dan memberikan ucapan selamat atau hadiah jika memungkinkan.<\/p>\n<h2 class=\"ParagraphTextStyle\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Berbicara_dengan_lembut_kepada_anak_tetangga_dan_pembantunya\"><\/span>Berbicara dengan lembut kepada anak tetangga dan pembantunya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p class=\"ParagraphTextStyle\">Adab bertetangga juga mencakup bagaimana kita berinteraksi dengan anggota keluarga atau pembantu tetangga kita. Hendaknya kita berbicara dengan lembut dan sopan kepada mereka, tidak kasar atau merendahkan mereka.<\/p>\n<h2 class=\"ParagraphTextStyle\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Memaafkan_kesalahan_ucap\"><\/span>Memaafkan kesalahan ucap<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p class=\"ParagraphTextStyle\">Terkadang dalam pergaulan sehari-hari, ada saja ucapan yang tidak sengaja melukai perasaan tetangga kita. Jika hal itu terjadi, hendaknya kita tidak mudah tersinggung atau marah, tetapi memaafkan kesalahan ucap tersebut dan mengingatkan secara halus jika perlu.<\/p>\n<h2 class=\"ParagraphTextStyle\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Menegur_secara_halus_ketika_berbuat_kesalahan\"><\/span>Menegur secara halus ketika berbuat kesalahan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p class=\"ParagraphTextStyle\">Sebaliknya, jika kita melihat tetangga kita melakukan kesalahan atau maksiat, hendaknya kita tidak diam saja atau malah menyebarkan aibnya, tetapi menegur secara halus dan bijak dengan niat untuk membantu dan memberi nasihat.<\/p>\n<h2 class=\"ParagraphTextStyle\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Menundukkan_mata_dari_memandang_istrinya\"><\/span>Menundukkan mata dari memandang istrinya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p class=\"ParagraphTextStyle\">Salah satu adab bertetangga yang sangat penting adalah menjaga pandangan dari hal-hal yang tidak pantas, terutama memandang istrinya. Hal ini bisa menimbulkan fitnah dan godaan yang berbahaya bagi keimanan dan kehormatan kita.<\/p>\n<h2 class=\"ParagraphTextStyle\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Memberikan_pertolongan_ketika_diperlukan\"><\/span>Memberikan pertolongan ketika diperlukan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p class=\"ParagraphTextStyle\">Tetangga yang baik adalah tetangga yang selalu siap membantu ketika tetangganya membutuhkan pertolongan, baik dalam hal materi maupun non-materi. Misalnya, membantu mengurus rumah ketika tetangganya sedang bepergian, atau membantu mengatasi masalah yang dihadapi tetangganya.<\/p>\n<h2 class=\"ParagraphTextStyle\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tidak_terus-menerus_memandang_pembantu_perempuannya\"><\/span>Tidak terus-menerus memandang pembantu perempuannya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p class=\"ParagraphTextStyle\">Adab bertetangga yang terakhir adalah tidak terus-menerus memandang pembantu perempuannya. Hal ini sama dengan adab sebelumnya, yaitu menjaga pandangan dari hal-hal yang tidak pantas. Pembantu perempuan tetangga kita juga memiliki hak untuk dihormati dan dilindungi dari pandangan yang tidak senonoh.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tetangga adalah orang yang paling dekat rumahnya dengan kita. Dalam Islam, tetangga memiliki hak-hak tertentu sebagaimana disebutkan dalam beberapa hadits Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam, seperti&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"default","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[515],"tags":[],"class_list":["post-1237","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-v"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1237","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1237"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1237\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1237"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1237"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1237"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}