{"id":1070,"date":"2023-05-26T01:58:44","date_gmt":"2023-05-26T01:58:44","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=1070"},"modified":"2023-05-26T01:58:44","modified_gmt":"2023-05-26T01:58:44","slug":"penyakit-sistem-ekskresi-manusia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/penyakit-sistem-ekskresi-manusia\/","title":{"rendered":"Penyakit Sistem Ekskresi Manusia"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/penyakit-sistem-ekskresi-manusia\/#Infeksi_Saluran_Kemih\" >Infeksi Saluran Kemih<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/penyakit-sistem-ekskresi-manusia\/#Batu_Ginjal\" >Batu Ginjal<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/penyakit-sistem-ekskresi-manusia\/#Gastroesophageal_Reflux_Disease_GERD\" >Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/penyakit-sistem-ekskresi-manusia\/#Wasir\" >Wasir<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/penyakit-sistem-ekskresi-manusia\/#Penyakit_Paru_Obstruktif_Kronis_PPOK\" >Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/penyakit-sistem-ekskresi-manusia\/#Kanker_Paru-Paru\" >Kanker Paru-Paru<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/penyakit-sistem-ekskresi-manusia\/#Kutu_Air\" >Kutu Air<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/penyakit-sistem-ekskresi-manusia\/#Jerawat\" >Jerawat<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Sistem ekskresi manusia adalah sistem yang berfungsi untuk membuang zat-zat sisa metabolisme yang tidak diperlukan lagi oleh tubuh. Sistem ekskresi manusia melibatkan beberapa organ, seperti ginjal, hati, usus besar, paru-paru, dan kulit. Gangguan pada sistem ekskresi dapat menyebabkan berbagai penyakit yang mengganggu kesehatan dan keseimbangan tubuh.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Infeksi_Saluran_Kemih\"><\/span>Infeksi Saluran Kemih<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Infeksi saluran kemih (ISK) adalah salah satu penyakit sistem ekskresi yang umum terjadi. ISK disebabkan oleh bakteri yang masuk ke saluran uretra, kandung kemih, atau ginjal. ISK dapat menimbulkan gejala seperti rasa panas atau nyeri saat buang air kecil, urine keruh atau berbau, nyeri di perut bawah atau pinggang, demam, dan menggigil. ISK dapat diobati dengan antibiotik sesuai resep dokter.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Batu_Ginjal\"><\/span>Batu Ginjal<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Batu ginjal adalah penyakit sistem ekskresi yang ditandai dengan adanya endapan keras dari mineral dan garam di dalam ginjal atau saluran kemih. Batu ginjal dapat terbentuk karena kelebihan kalsium, asam urat, infeksi, atau faktor genetik. Batu ginjal dapat menyebabkan gejala seperti nyeri hebat di punggung atau pinggang, kencing berdarah, mual, muntah, dan demam. Batu ginjal dapat diatasi dengan minum banyak air, obat penghancur batu ginjal, atau tindakan medis seperti gelombang kejut atau operasi.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Gastroesophageal_Reflux_Disease_GERD\"><\/span>Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>GERD adalah penyakit sistem ekskresi yang berkaitan dengan masalah lambung. GERD terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan dan menyebabkan iritasi dan peradangan. GERD dapat menimbulkan gejala seperti rasa terbakar di dada (heartburn), batuk kering, napas bau, erosi gigi, mual, sulit menelan, dan sesak napas. GERD dapat dicegah dengan menghindari makanan pedas, asam, berlemak, atau berkafein, tidak merokok atau minum alkohol, tidak tidur setelah makan, dan mengonsumsi obat antasida atau penghambat asam lambung.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Wasir\"><\/span>Wasir<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Wasir atau hemoroid adalah penyakit sistem ekskresi yang ditandai dengan adanya pembengkakan pembuluh darah di sekitar anus. Wasir dapat disebabkan oleh konstipasi kronis, diare, mengejan saat buang air besar, kehamilan, obesitas, atau kurangnya serat dalam makanan. Wasir dapat menyebabkan gejala seperti gatal, nyeri, perdarahan saat buang air besar, dan benjolan di sekitar anus. Wasir dapat diobati dengan salep atau supositoria wasir, obat pencahar atau pelunak feses, operasi pengikatan karet atau pengangkatan wasir.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penyakit_Paru_Obstruktif_Kronis_PPOK\"><\/span>Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>PPOK adalah penyakit sistem ekskresi yang ditandai dengan adanya penyempitan saluran napas akibat peradangan kronis pada paru-paru. PPOK biasanya disebabkan oleh paparan asap rokok atau polusi udara jangka panjang. PPOK dapat menyebabkan gejala seperti batuk berdahak kronis, sesak napas terutama saat beraktivitas fisik, napas berbunyi mengi atau siul, infeksi saluran napas berulang-ulang. PPOK tidak dapat disembuhkan tetapi dapat dikendalikan dengan menghentikan merokok, menghindari paparan asap rokok atau polusi udara lainnya, mengonsumsi obat bronkodilator atau kortikosteroid inhalasi sesuai resep dokter.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kanker_Paru-Paru\"><\/span>Kanker Paru-Paru<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kanker paru-paru adalah penyakit sistem ekskresi yang ditandai dengan pertumbuhan sel-sel abnormal secara tidak terkendali pada jaringan paru-paru. Kanker paru-paru biasanya disebabkan oleh paparan asap rokok atau zat-zat karsinogen lainnya. Kanker paru-paru dapat menyebabkan gejala seperti batuk darah atau kronis yang tidak kunjung sembuh, sesak napas, nyeri dada, penurunan berat badan tanpa sebab, demam, infeksi saluran napas berulang-ulang. Kanker paru-paru dapat diobati dengan operasi pengangkatan tumor, radioterapi, kemoterapi, atau imunoterapi sesuai stadium dan jenis kanker.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kutu_Air\"><\/span>Kutu Air<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kutu air adalah penyakit sistem ekskresi yang ditandai dengan adanya infeksi jamur pada kulit terutama di daerah lipatan kulit seperti sela jari kaki. Kutu air dapat disebabkan oleh paparan kelembapan berlebihan pada kulit, kontak langsung dengan orang atau benda yang terinfeksi jamur, atau sistem imun yang lemah. Kutu air dapat menyebabkan gejala seperti gatal, kulit kering, mengelupas, bercak merah, retak-retak, atau bau tidak sedap pada kulit. Kutu air dapat diobati dengan salep atau krim antijamur, menjaga kebersihan dan keringnya kulit, menggunakan alas kaki bersih dan kering, menghindari kontak langsung dengan orang atau benda yang terinfeksi jamur.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jerawat\"><\/span>Jerawat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Jerawat adalah penyakit sistem ekskresi yang ditandai dengan adanya peradangan pada folikel rambut dan kelenjar minyak pada kulit. Jerawat dapat disebabkan oleh produksi minyak berlebihan pada kulit, penumpukan sel kulit mati dan bakteri pada pori-pori kulit, perubahan hormon, stres, atau faktor genetik. Jerawat dapat menyebabkan gejala seperti komedo (blackhead atau whitehead), papula (benjolan merah), pustula (benjolan merah berisi nanah), nodul (benjolan besar dan keras), atau sist (benjolan besar dan lunak) pada kulit. Jerawat dapat diobati dengan sabun pembersih wajah, pelembap wajah tanpa minyak, obat jerawat topikal seperti benzoil peroksida atau asam salisilat sesuai resep dokter.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sistem ekskresi manusia adalah sistem yang berfungsi untuk membuang zat-zat sisa metabolisme yang tidak diperlukan lagi oleh tubuh. Sistem ekskresi manusia melibatkan beberapa organ, seperti&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-1070","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1070","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1070"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1070\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1070"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1070"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1070"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}