Menu Tutup

Mengapa Pluto tidak lagi disebut planet?

Banyak dari kita tumbuh dengan belajar bahwa ada sembilan planet dalam tata surya, dengan Pluto sebagai planet terkecil dan terjauh. Namun, pada tahun 2006, para astronom memutuskan bahwa Pluto tidak lagi memenuhi syarat sebagai planet. Keputusan ini memicu perdebatan dan pertanyaan: mengapa Pluto tidak lagi disebut planet?

Jawabannya terletak pada bagaimana para ilmuwan mendefinisikan sebuah planet. Seiring dengan kemajuan teknologi teleskop, semakin banyak objek langit yang ditemukan di tata surya kita. Hal ini mendorong Persatuan Astronomi Internasional (IAU) untuk menetapkan definisi yang jelas tentang apa itu planet.

Tiga Kriteria untuk Menjadi Planet 🪐

Pada Agustus 2006, IAU menetapkan tiga kriteria yang harus dipenuhi oleh sebuah benda langit agar dapat disebut planet:

Getty Images
  1. Mengorbit Matahari: Benda tersebut harus bergerak dalam lintasan mengelilingi Matahari.
  2. Memiliki Bentuk Bulat: Gravitasinya harus cukup kuat untuk membuatnya berbentuk hampir bulat.
  3. Membersihkan Lingkungan Orbitnya: Ini adalah kriteria yang paling penting dalam kasus Pluto. Sebuah planet harus memiliki gravitasi yang cukup kuat untuk “membersihkan” objek-objek lain di sekitar orbitnya, baik dengan menariknya menjadi satelit atau melontarkannya ke luar angkasa.

Di Mana Pluto Gagal?

Pluto memenuhi dua kriteria pertama. Ia mengorbit Matahari dan memiliki bentuk yang bulat. Namun, Pluto gagal memenuhi kriteria ketiga.

Pluto berada di wilayah yang disebut Sabuk Kuiper, sebuah area di tepi tata surya yang dipenuhi dengan ribuan benda es lainnya, beberapa di antaranya bahkan hampir seukuran Pluto. Karena Pluto berbagi orbitnya dengan begitu banyak objek lain dan belum “membersihkan” jalurnya, ia tidak dapat dianggap sebagai planet sejati menurut definisi IAU.

Sebagai perbandingan, Bumi memiliki massa 1,7 juta kali lebih besar dari semua objek lain di orbitnya. Sebaliknya, massa Pluto kurang dari massa gabungan objek-objek lain di orbitnya.

Status Baru Pluto: Planet Katai

Meskipun Pluto tidak lagi disebut planet, ia tidak sepenuhnya kehilangan statusnya. IAU mengklasifikasikan ulang Pluto sebagai “planet katai” atau “planet kerdil”.

Shutterstock

Planet katai adalah benda langit yang memenuhi dua kriteria pertama untuk sebuah planet—mengorbit Matahari dan berbentuk bulat—tetapi belum membersihkan lingkungan di sekitar orbitnya. Selain Pluto, ada beberapa planet katai lain yang telah diakui, seperti Eris, Ceres, Makemake, dan Haumea.

Perubahan status Pluto bukanlah karena ada yang salah dengan Pluto itu sendiri, tetapi karena pemahaman kita tentang tata surya telah berkembang. Penemuan objek-objek lain yang mirip dengan Pluto menunjukkan bahwa ia adalah bagian dari populasi benda langit yang lebih besar di Sabuk Kuiper, dan bukan sebuah planet yang unik seperti delapan planet lainnya.

Jadi, meskipun kita sekarang secara resmi hanya memiliki delapan planet, kisah Pluto mengingatkan kita bahwa ilmu pengetahuan selalu berkembang dan definisi dapat berubah seiring dengan penemuan-penemuan baru.

Lainnya: