Menu Tutup

Elastisitas Pendapatan dan Silang: Pengertian, Rumus, dan Contoh

Pengertian Elastisitas Pendapatan dan Silang

Elastisitas adalah konsep ekonomi yang mengukur seberapa besar perubahan jumlah permintaan atau penawaran suatu barang akibat perubahan faktor-faktor yang mempengaruhinya1. Ada beberapa jenis elastisitas yang sering dipelajari dalam ekonomi, yaitu elastisitas harga, elastisitas pendapatan, dan elastisitas silang.

Elastisitas harga adalah elastisitas yang terkait pengaruh perubahan harga suatu barang terhadap jumlah permintaan atau penawaran barang tersebut1. Elastisitas ini disebut juga dengan elastisitas harga dari permintaan atau penawaran.

Elastisitas pendapatan adalah elastisitas yang terkait pengaruh perubahan pendapatan konsumen terhadap jumlah permintaan suatu barang2. Elastisitas ini disebut juga dengan elastisitas pendapatan dari permintaan.

Elastisitas silang adalah elastisitas yang terkait pengaruh perubahan harga barang lain terhadap jumlah permintaan suatu barang3. Elastisitas ini disebut juga dengan elastisitas harga silang atau cross price elasticity.

Rumus Elastisitas Pendapatan dan Silang

Untuk menghitung besarnya elastisitas pendapatan dan silang, kita dapat menggunakan rumus berikut:

Elastisitas pendapatan = (persentase perubahan jumlah permintaan) / (persentase perubahan pendapatan)

Elastisitas silang = (persentase perubahan jumlah permintaan barang X) / (persentase perubahan harga barang Y)

Contoh Elastisitas Pendapatan dan Silang

Berikut adalah beberapa contoh penerapan elastisitas pendapatan dan silang dalam dunia bisnis:

  • Contoh 1: Jika pendapatan konsumen meningkat 10% dan jumlah permintaan sepeda motor meningkat 15%, maka elastisitas pendapatan dari permintaan sepeda motor adalah:

Elastisitas pendapatan = (15%) / (10%) = 1,5

Karena koefisien elastisitasnya lebih dari 1 dan positif, maka sepeda motor adalah barang normal yang bersifat elastis terhadap pendapatan. Artinya, kenaikan pendapatan akan meningkatkan jumlah permintaan sepeda motor secara proporsional lebih besar.

  • Contoh 2: Jika harga bensin naik 5% dan jumlah permintaan mobil turun 2%, maka elastisitas silang dari permintaan mobil terhadap harga bensin adalah:

Elastisitas silang = (-2%) / (5%) = -0,4

Karena koefisien elastisitasnya kurang dari 1 dan negatif, maka mobil dan bensin adalah barang pelengkap yang bersifat tidak elastis. Artinya, kenaikan harga bensin akan menurunkan jumlah permintaan mobil secara proporsional lebih kecil.

Lainnya: