Menu Tutup

Kebangkitan nasional 1908 dalam perjuangan kemerdekaan

Latar belakang

Kebangkitan nasional 1908 adalah periode pada paruh pertama abad ke-20 di Nusantara (kini Indonesia), ketika rakyat Indonesia mulai menumbuhkan rasa kesadaran nasional sebagai “orang Indonesia”.¹ Masa ini dipicu oleh berbagai faktor, antara lain:

– Pendidikan. Pemerintah kolonial Belanda membuka sekolah-sekolah untuk pribumi, terutama di bidang kedokteran dan teknik. Hal ini memberi kesempatan bagi kaum terpelajar pribumi untuk mengenal budaya dan pemikiran Barat, serta menyadari ketidakadilan dan penindasan yang dilakukan oleh Belanda.¹

– Nasionalisme. Pengaruh gerakan nasional di berbagai negara, seperti India, Turki, Cina, dan Jepang, menimbulkan semangat untuk memperjuangkan kemerdekaan dan persatuan bangsa. Selain itu, adanya organisasi-organisasi sosial, keagamaan, dan politik yang berorientasi nasional juga memperkuat rasa solidaritas dan identitas bangsa.¹

– Represi. Pemerintah kolonial Belanda menerapkan kebijakan-kebijakan yang merugikan dan mengeksploitasi rakyat Indonesia, seperti sistem tanam paksa, pajak tanah, politik etis, dan politik devide et impera. Hal ini menimbulkan ketidakpuasan dan perlawanan dari rakyat Indonesia.¹

Peristiwa penting

Kebangkitan nasional 1908 ditandai dengan dua peristiwa penting yaitu:

– Berdirinya Budi Utomo. Pada tanggal 20 Mei 1908, sekelompok mahasiswa kedokteran di Batavia (kini Jakarta) mendirikan organisasi Budi Utomo dengan tujuan memajukan pendidikan dan kesejahteraan rakyat Jawa. Organisasi ini dipelopori oleh Dr. Wahidin Sudirohusodo dan Dr. Soetomo, serta diikuti oleh para pemuda dari berbagai daerah di Jawa.² Budi Utomo merupakan organisasi pertama yang memicu tumbuhnya pergerakan nasional di Indonesia.¹

– Ikrar Sumpah Pemuda. Pada tanggal 28 Oktober 1928, para pemuda dari berbagai organisasi nasional mengadakan kongres di Batavia. Dalam kongres tersebut, mereka mengucapkan sumpah yang berisi tiga butir janji yaitu: satu tanah air Indonesia, satu bangsa Indonesia, dan satu bahasa persatuan Indonesia. Ikrar ini menunjukkan tekad para pemuda untuk bersatu demi kemerdekaan Indonesia.¹

Dampak

Kebangkitan nasional 1908 memberi dampak positif bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia, antara lain:

– Menyadarkan rakyat Indonesia akan hak-hak dan martabatnya sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat.³
– Menumbuhkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang beragam suku, agama, dan budaya.³
– Mendorong lahirnya organisasi-organisasi nasional yang lebih radikal dan militant dalam menentang kolonialisme Belanda, seperti Indische Partij, Sarekat Islam, Partai Komunis Indonesia, Partai Nasional Indonesia, dll.¹
– Mempersiapkan dasar-dasar bagi proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.⁴

Sumber:
(1) Kebangkitan Nasional Indonesia – Wikipedia bahasa Indonesia …. https://id.wikipedia.org/
(2) Tokoh-tokoh Kebangkitan Nasional dan Perannya – Kompas.com. https://www.kompas.com/
(3) Makna Kebangkitan Nasional Dalam Perjuangan Kemerdekaan | PDF – Scribd. https://www.scribd.com/
(4) MAKALAH makna dan arti penting kebangkitan nasional.docx. https://www.academia.edu/
(5) (PDF) “SEMANGAT KEBANGKITAN NASIONAL 1908 dan KEBANGKITAN DI MASA …. https://www.academia.edu/

Lainnya: