Mengangkat tangan dalam shalat merupakan salah satu sunnah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad ﷺ. Tindakan ini tidak hanya menambah kekhusyukan dalam ibadah, tetapi juga mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ dalam pelaksanaan shalat. Menurut kitab “Safinatun Najah”, terdapat empat momen utama di mana disunnahkan mengangkat tangan saat shalat:
- Takbiratul Ihram: Ini adalah takbir pembuka shalat. Saat mengucapkan “Allahu Akbar” untuk memulai shalat, disunnahkan mengangkat kedua tangan sejajar dengan bahu atau telinga. Hal ini berdasarkan hadits dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma yang menyatakan bahwa Rasulullah ﷺ mengangkat kedua tangannya sejajar dengan bahu ketika memulai shalat.
- Ketika Ruku’: Sebelum membungkuk untuk ruku’, disunnahkan mengangkat kedua tangan sambil mengucapkan takbir. Praktik ini juga didasarkan pada hadits yang sama dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma.
- Ketika Bangkit dari Ruku’ (I’tidal): Setelah ruku’ dan saat bangkit untuk berdiri kembali, disunnahkan mengangkat kedua tangan sambil mengucapkan “Sami’allahu liman hamidah”. Ini juga sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma.
- Ketika Bangkit dari Tasyahud Awal: Setelah tasyahud awal (pada rakaat kedua dalam shalat yang memiliki lebih dari dua rakaat), saat berdiri untuk melanjutkan rakaat berikutnya, disunnahkan mengangkat kedua tangan. Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Nafi’, di mana Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma mengangkat kedua tangannya ketika bangkit dari dua rakaat, dan ia menisbatkannya kepada Nabi ﷺ.
Hikmah Mengangkat Tangan dalam Shalat
Mengangkat tangan dalam shalat memiliki beberapa hikmah, antara lain:
- Pengagungan kepada Allah: Tindakan ini merupakan bentuk penghormatan dan pengagungan kepada Allah SWT, menunjukkan ketundukan dan kepatuhan hamba kepada Tuhannya.
- Mengikuti Sunnah Rasulullah ﷺ: Dengan mengamalkan sunnah ini, seorang Muslim menunjukkan kecintaannya kepada Nabi Muhammad ﷺ dan keinginannya untuk mengikuti jejak beliau dalam beribadah.
- Meningkatkan Kekhusyukan: Gerakan mengangkat tangan dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan kekhusyukan dalam shalat, mengingatkan diri akan kehadiran Allah SWT.
Cara Mengangkat Tangan yang Disunnahkan
Menurut para ulama, cara mengangkat tangan yang disunnahkan adalah:
- Tinggi Angkatan: Mengangkat tangan sejajar dengan bahu atau telinga. Hal ini berdasarkan hadits dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma yang menyatakan bahwa Rasulullah ﷺ mengangkat kedua tangannya sejajar dengan bahu ketika memulai shalat.
- Posisi Telapak Tangan: Telapak tangan dibuka dan diarahkan ke arah kiblat.
- Jari-Jari Tangan: Jari-jari tangan dirapatkan dan tidak direnggangkan.
Kesimpulan
Mengangkat tangan dalam shalat pada empat momen yang telah disebutkan merupakan sunnah yang dianjurkan untuk diikuti oleh setiap Muslim. Dengan memahami dan mengamalkan sunnah ini, diharapkan kualitas shalat kita semakin baik dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.