Membaca Surat Al-Fatihah merupakan rukun qauli dalam shalat yang harus dipenuhi agar shalat dianggap sah. Menurut Syekh Salim bin Sumair Al-Hadrami dalam kitab Safînatun Najâ, terdapat sepuluh syarat yang harus dipenuhi saat membaca Surat Al-Fatihah dalam shalat:
- Tartib (Berurutan): Membaca ayat-ayat Surat Al-Fatihah sesuai dengan urutan yang terdapat dalam Al-Qur’an, tanpa mengubah susunannya.
- Muwalah (Berturut-turut): Membaca Surat Al-Fatihah secara berkesinambungan tanpa diselingi oleh ucapan atau diam yang tidak berkaitan dengan shalat. Jika terhenti karena alasan tertentu seperti bersin dan mengucapkan “Alhamdulillah”, maka bacaan harus diulang dari awal.
- Memperhatikan Makhraj Huruf dan Tasydid: Mengucapkan setiap huruf dengan tepat sesuai makhrajnya dan tidak mengabaikan tasydid yang terdapat dalam Surat Al-Fatihah. Terdapat 14 tasydid dalam Surat Al-Fatihah yang harus diperhatikan.
- Tidak Terputus Lama atau Sengaja Memutus Bacaan: Tidak berhenti lama di tengah bacaan tanpa alasan yang dibenarkan, atau berhenti sebentar dengan niat memutus bacaan. Jika terhenti karena lupa atau kelelahan, hal ini dapat dimaafkan.
- Membaca Seluruh Ayat Termasuk Basmalah: Membaca semua ayat Surat Al-Fatihah, termasuk Basmalah, karena dalam Mazhab Syafi’i, Basmalah dianggap sebagai bagian dari Surat Al-Fatihah.
- Tidak Melakukan Lahn yang Mengubah Makna: Menghindari kesalahan bacaan (lahn) yang dapat mengubah makna ayat, seperti mengubah “an’amta” menjadi “an’amtu”, yang berarti mengubah makna dari “Engkau memberi nikmat” menjadi “Aku memberi nikmat”.
- Membaca dalam Keadaan Berdiri pada Shalat Fardhu: Bagi yang mampu, membaca Surat Al-Fatihah harus dilakukan dalam posisi berdiri saat melaksanakan shalat fardhu.
- Mendengar Bacaan Sendiri: Membaca dengan suara yang cukup terdengar oleh diri sendiri, minimal dalam hati, terutama bagi yang memiliki pendengaran normal.
- Tidak Diselingi oleh Dzikir atau Ucapan Lain: Tidak menyelingi bacaan Surat Al-Fatihah dengan dzikir atau ucapan lain yang tidak berkaitan dengan shalat, karena hal ini dapat memutus muwalah bacaan.
Memahami dan menerapkan syarat-syarat ini sangat penting untuk memastikan keabsahan shalat yang kita lakukan. Dengan memperhatikan setiap detail dalam bacaan Surat Al-Fatihah, kita dapat melaksanakan ibadah shalat dengan lebih khusyuk dan sesuai dengan tuntunan syariat.