Menu Tutup

Syarat-syarat sah membaca surat al-Fatihah

Membaca Surat Al-Fatihah merupakan rukun qauli dalam shalat yang harus dipenuhi agar shalat dianggap sah. Menurut Syekh Salim bin Sumair Al-Hadrami dalam kitab Safînatun Najâ, terdapat sepuluh syarat yang harus dipenuhi saat membaca Surat Al-Fatihah dalam shalat:

  1. Tartib (Berurutan): Membaca ayat-ayat Surat Al-Fatihah sesuai dengan urutan yang terdapat dalam Al-Qur’an, tanpa mengubah susunannya.
  2. Muwalah (Berturut-turut): Membaca Surat Al-Fatihah secara berkesinambungan tanpa diselingi oleh ucapan atau diam yang tidak berkaitan dengan shalat. Jika terhenti karena alasan tertentu seperti bersin dan mengucapkan “Alhamdulillah”, maka bacaan harus diulang dari awal.
  3. Memperhatikan Makhraj Huruf dan Tasydid: Mengucapkan setiap huruf dengan tepat sesuai makhrajnya dan tidak mengabaikan tasydid yang terdapat dalam Surat Al-Fatihah. Terdapat 14 tasydid dalam Surat Al-Fatihah yang harus diperhatikan.
  4. Tidak Terputus Lama atau Sengaja Memutus Bacaan: Tidak berhenti lama di tengah bacaan tanpa alasan yang dibenarkan, atau berhenti sebentar dengan niat memutus bacaan. Jika terhenti karena lupa atau kelelahan, hal ini dapat dimaafkan.
  5. Membaca Seluruh Ayat Termasuk Basmalah: Membaca semua ayat Surat Al-Fatihah, termasuk Basmalah, karena dalam Mazhab Syafi’i, Basmalah dianggap sebagai bagian dari Surat Al-Fatihah.
  6. Tidak Melakukan Lahn yang Mengubah Makna: Menghindari kesalahan bacaan (lahn) yang dapat mengubah makna ayat, seperti mengubah “an’amta” menjadi “an’amtu”, yang berarti mengubah makna dari “Engkau memberi nikmat” menjadi “Aku memberi nikmat”.
  7. Membaca dalam Keadaan Berdiri pada Shalat Fardhu: Bagi yang mampu, membaca Surat Al-Fatihah harus dilakukan dalam posisi berdiri saat melaksanakan shalat fardhu.
  8. Mendengar Bacaan Sendiri: Membaca dengan suara yang cukup terdengar oleh diri sendiri, minimal dalam hati, terutama bagi yang memiliki pendengaran normal.
  9. Tidak Diselingi oleh Dzikir atau Ucapan Lain: Tidak menyelingi bacaan Surat Al-Fatihah dengan dzikir atau ucapan lain yang tidak berkaitan dengan shalat, karena hal ini dapat memutus muwalah bacaan.

Memahami dan menerapkan syarat-syarat ini sangat penting untuk memastikan keabsahan shalat yang kita lakukan. Dengan memperhatikan setiap detail dalam bacaan Surat Al-Fatihah, kita dapat melaksanakan ibadah shalat dengan lebih khusyuk dan sesuai dengan tuntunan syariat.

Lainnya: